Kitab Keajaiban Hati

Kitab Keajaiban Hati Free App

Rated 4.80/5 (5) —  Free Android application by ImamStudio

Advertisements

About Kitab Keajaiban Hati

Hati memiliki dua pintu dalam hubungannya dengan ilmu; pertama bagi impian-impian, kedua bagi alam jaga, yaitu pintu yang tampak keluar.

Dalam keadaan tidur, pintu indera tertutup dan pintu batin terbuka, menyingkap kegaiban alam malakut (kerajaan langit) dan lauh al-Mahfudh (tempat takdir tersurat), bagaikan sinar cahaya. Terkadang untuk menyingkapnya, memerlukan sedikit ta’bir impian. Sedangkan yang tampak dari luar, orang mengira bahwa dengan itulah alam jaga terwujud dan bahwa jaga lebih sesuai bagi ma’rifah. Padahal dalam jaga, orang tidak dapat melihat sesuatu dari alam ghaib. Apa yang terlihat antara tidur dan jaga, lebih memungkinkan ma’rifah daripada yang terlihat dari jalan indera.

Disamping itu, kita perlu mengetahui bahwa hati itu seperti cermin, seperti juga Lauh al-Mahfudh, yang di situ terdapat gambar segala yang wujud. Kalau cermin dan cermin dihadapkan, maka gambar-gambar yang ada di cermin yang satu akan muncul pula di cermin yang lain. Demikian pula gambar-gambar yang ada di Lauh al-Mahfudh tampak di hati jika hati itu kosong dari nafsu-nafsu duniawi. Kalau hati itu penuh dengan nafsu-nafsu tersebut, maka alam malakutpun tertutup darinya.

Apabila dalam keadaan tidur ia kosong dari hubungan-hubungan inderawi, maka ia dapat menampakkan alam malakut dan muncullah dalam hati sebagian dari “gambar-gambar” yang ada di Lauh al-Mahfudh.

Ketika pintu indera ditutup, maka yang ada setelah itu adalah khayal (imajinasi). Karena itu, apa yang dilihat oleh hati, terselubung di bawah kulit (jasad lahiriyah), tidak sebagaimana kebenaran yang hakiki, yang jelas dan terbuka.

Ketika hati mati, karena pemiliknya meninggal, maka tidak ada lagi yang tersisa, tidak khayal dan tidak pula inderanya. Dan pada saat itulah hati dapat melihat, tanpa ilusi dan khayal.

Dikatakan padanya :

“Kami singkap tutupmu dari dirimu, maka penglihatanmu kini amat tajam” (QS. Qaf : 22)

Maka tidak seorangpun yang hatinya tidak pernah tersinggahi pikiran lurus, (mendapatkan) penerangan kebenaran melalui ilham. Kedatangannya tidak melalui indera, tapi langsung menyusup ke hati, tanpa diketahui dari mana datangnya. Sebab hati termasuk alam malakut, sedangkan indera diciptakan untuk alam kasat mata. Karena itu indera justeru menjadi penutup bagi hati untuk melihat alam malakut, jika ia tidak kosong dari kesibukan inderawi.

Jangan sekali-kali menyangka bahwa kekuatan (melihat alam malakut) hanya terbuka pada saat tidur dan mati saja, tetapi dapat juga terbuka dalam keadaan jaga bagi mereka yang benar-benar berjuang, melatih diri dan menghindar dari cengkeraman nafsu, angkara-murka, pekerti buruk dan perbuatan-perbuatan hina. The liver has two doors in conjunction with science; first for dreams, both for natural emergencies, ie doors that looked out.

In the sleep state, the door closed and the door inner senses open, revealing an angelic nature occultation (of the heavens) and lawh al-Mahfudh (where destiny implied), like a ray of light. Sometimes to uncover, requires a bit ta'bir dream. While it seems from the outside, people thought that the guard realized that nature and that the guard is more appropriate for ma'rifah. Whereas in the case, people can not see anything of that nature unseen. What was seen between sleep and wakefulness, further enabling ma'rifah than it looks from the street senses.

In addition, we need to know that the heart is like a mirror, as well as al-Mahfudh Tablet, in which an image of everything that exists. If the mirror and the mirror faced, then the images in the mirror that one will appear in the mirror the other also. Similarly, the images in the Lawh al-Mahfudh looked at heart if the heart was empty of worldly desires. If the heart is filled with desires, then closed her malakutpun nature.

When in sleep mode it is empty of relationships senses, then he can reveal angelic nature and arose in the hearts of some of the "images" in the Lawh al-Mahfudh.

When the sense doors are closed, then there is after it is imaginary (imagination). Therefore, what is seen by the liver, veiled under the skin (the bodies lahiriyah), not as the ultimate truth, clear and open.

When the heart is dead, because the owner died, then there is nothing left, not imaginary nor senses. And that's when the heart can see, without illusion and delusion.

Said to him:

"We uncover tutupmu from yourselves, it is now very sharp eyesight" (QS. Qaf: 22)

So no one whose heart never tersinggahi mind straight, (get) illumination of truth through inspiration. His arrival was not through the senses, but directly infiltrate the heart, without the knowledge of where it came from. Because of the heart including the angelic realm, while the senses are created for the visible universe. Precisely because it senses become a cover for the heart to see the angelic realm, if he does not empty from the bustle of sense.

Never thought that power (see nature malakut) is only open during sleep and die, but it can also open in the state duty for those who really fight, train and escape from the grip of lust, greedy-angry, character bad and despicable deeds.

Never Miss An Update!

Follow Android Blip on Facebook / Google+


Download / Install

Download and install Kitab Keajaiban Hati version 1.0 on your Android device!
Downloaded 500+ times, content rating: Everyone
Android package: com.Kitabkeajaiban.hati, download Kitab Keajaiban Hati.apk

All Application Badges

Free
downl.
Android
2.3+
For everyone
Android app


Oh snap! No comments are available for Kitab Keajaiban Hati at the moment. Be the first to leave one!

Share The Word!


Rating Distribution

RATING
4.85
5 users

5

4

3

2

1